Mungkin sedikit mengganggu kalau melihat pop screen muncul di layar HP. berikut cara mendisable pop up screennya Telkomsel
pilih T-Sel Menu => PopScreen => Aktivasi => Non-Aktifkan
Semoga bermanfaat
desneldi
Menuju ke arah yang lebih baik
6.10.2011
3.29.2009
Kompas : Intimidasi dan Ancaman Marak di Aceh Utara dan Lhokseumawe
Minggu, 29 Maret 2009 | 21:57 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Khaerudin
LHOKSEUMAWE,KOMPAS.com-Intimidasi dan ancaman terhadap peserta pemilu maupun masyarakat masih marak terjadi di Kabupaten Aceh Utara dan Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam.
Panitia Pengawas Pemilu setempat tak mampu berbuat banyak karena masyarakat maupun peserta pemilu yang jadi korban intimidasi tak berani melapor.
Anggota Panwaslu Kabupaten Aceh Utara, Maulidi mengakui masih maraknya intimidasi dan ancaman semasa kampanye terbuka dan menjelang hari pemungutan suara. Maulidi mengatakan, pelaku intimidasi dan ancaman ini tak bisa diketahui secara nyata karena korban justru tak berani ketika diminta bersaksi.
"Kalau laporan lisan yang masuk ke Panwas sebenarnya sudah banyak. Tetapi kami minta korban melaporkannya secara tertulis agar bisa ditindaklanjuti Panwas. Akan tetapi ketika laporannya sudah tertulis, korban justru tak bisa menghadirkan saksi, karena mereka takut," ujar Maulidi di Lhokseumawe, Minggu (29/3).
Hal senada diungkapkan Anggota Panwaslu Kota Lhokseumawe Mukhtar Yusuf. Menurut Mukhtar, Panwaslu Lhokseumawe mendapat laporan adanya penghadangan yang dilakukan terhadap massa Partai SIRA yang akan berkampanye di Lapangan eks Cunda Plaza oleh kader parpol lokal lain. "Ketika kami minta mereka menghadirkan saksi, mereka malah keberatan karena takut. Kalau seperti ini Panwas sulit menindaklanjutinya, karena kami bergerak berdasarkan bukti," ujarnya.
Mukhtar mengatakan, sejauh ini memang Panwas mendengar langsung dari masyarakat maupun parpol peserta pemilu bahwa di lapangan sering terjadi intimidasi. "Memang kalau kami mendengar langsung dari masyarakat, intimidasi dan ancaman itu masih marak terjadi. Sulitnya kami tak bisa bergerak hanya berdasarkan pembicaraan masyarakat," katanya.
Menurut Maulidi, intimidasi sering terjadi melalui ancaman lewat pesan singkat di telepon genggam. Pengirim pesan singkat bernada ancaman ini tak bisa terlacak. Selain itu, Maulidi mengatakan, ada juga bentuk intimidasi seperti penganiayaan yang dilakukan terhadap calon legislatif oleh kader dari parlok lokal. Seperti yang terjadi Jumat pekan lalu saat anggota DPRD Aceh Utara Ismet Nur AJ Hasan dianiaya yang diduga dilakukan kader Partai Aceh.
"Sebenarnya kasus ini sudah kami laporkan ke polisi selaku penyidik di Sentra Gakkumdu (penegakan hukum terpadu), akan tetapi polisi mengatakan ini kriminal murni, bukan tindak pidana pemilu," ujarnya.
Mukhtar mengatakan, insiden penghadangan massa Partai SIRA yang akan menghadiri kampanye sebenarnya sudah termasuk bagian dari intimidasi. Penghadangan terhadap massa Partai SIRA ini sempat membuat Wakil Gubernur NAD Muhammad Nazar jengkel dengan mengatakan, salah satu partai lokal di Aceh merupakan pengacau keamanan yang tak mau perdamaian di Aceh berlangsung langgeng. "Itu kan sebenarnya menandakan intimidasi dan ancaman masih marak menjelang hari pemungutan suara," katanya.
Baik Maulidi maupun Mukhtar berharap, masyarakat maupun peserta pemilu untuk tidak takut melaporkan ancaman dan intimidasi ke Panwas. "Sebab kami juga kesulitan jika harus menindaklanjuti kasus-kasus intimidasi dan ancaman tanpa ada terlapor maupun pelapornya," ujar Mukhtar.
Terkait ancaman terhadap masyarakat pemilih, Maulidi mengatakan, Panwas selama ini masih kesulitan karena panitia pengawas lapangan (PPL) baru terbentuk belum lama ini. "Kami berharap dengan terbentuknya semua PPL ini, akan meminimalisir ancaman dan intimidasi terhadap pemilih terutama di desa-desa," katanya.
Laporan wartawan KOMPAS Khaerudin
LHOKSEUMAWE,KOMPAS.com-Intimidasi dan ancaman terhadap peserta pemilu maupun masyarakat masih marak terjadi di Kabupaten Aceh Utara dan Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam.
Panitia Pengawas Pemilu setempat tak mampu berbuat banyak karena masyarakat maupun peserta pemilu yang jadi korban intimidasi tak berani melapor.
Anggota Panwaslu Kabupaten Aceh Utara, Maulidi mengakui masih maraknya intimidasi dan ancaman semasa kampanye terbuka dan menjelang hari pemungutan suara. Maulidi mengatakan, pelaku intimidasi dan ancaman ini tak bisa diketahui secara nyata karena korban justru tak berani ketika diminta bersaksi.
"Kalau laporan lisan yang masuk ke Panwas sebenarnya sudah banyak. Tetapi kami minta korban melaporkannya secara tertulis agar bisa ditindaklanjuti Panwas. Akan tetapi ketika laporannya sudah tertulis, korban justru tak bisa menghadirkan saksi, karena mereka takut," ujar Maulidi di Lhokseumawe, Minggu (29/3).
Hal senada diungkapkan Anggota Panwaslu Kota Lhokseumawe Mukhtar Yusuf. Menurut Mukhtar, Panwaslu Lhokseumawe mendapat laporan adanya penghadangan yang dilakukan terhadap massa Partai SIRA yang akan berkampanye di Lapangan eks Cunda Plaza oleh kader parpol lokal lain. "Ketika kami minta mereka menghadirkan saksi, mereka malah keberatan karena takut. Kalau seperti ini Panwas sulit menindaklanjutinya, karena kami bergerak berdasarkan bukti," ujarnya.
Mukhtar mengatakan, sejauh ini memang Panwas mendengar langsung dari masyarakat maupun parpol peserta pemilu bahwa di lapangan sering terjadi intimidasi. "Memang kalau kami mendengar langsung dari masyarakat, intimidasi dan ancaman itu masih marak terjadi. Sulitnya kami tak bisa bergerak hanya berdasarkan pembicaraan masyarakat," katanya.
Menurut Maulidi, intimidasi sering terjadi melalui ancaman lewat pesan singkat di telepon genggam. Pengirim pesan singkat bernada ancaman ini tak bisa terlacak. Selain itu, Maulidi mengatakan, ada juga bentuk intimidasi seperti penganiayaan yang dilakukan terhadap calon legislatif oleh kader dari parlok lokal. Seperti yang terjadi Jumat pekan lalu saat anggota DPRD Aceh Utara Ismet Nur AJ Hasan dianiaya yang diduga dilakukan kader Partai Aceh.
"Sebenarnya kasus ini sudah kami laporkan ke polisi selaku penyidik di Sentra Gakkumdu (penegakan hukum terpadu), akan tetapi polisi mengatakan ini kriminal murni, bukan tindak pidana pemilu," ujarnya.
Mukhtar mengatakan, insiden penghadangan massa Partai SIRA yang akan menghadiri kampanye sebenarnya sudah termasuk bagian dari intimidasi. Penghadangan terhadap massa Partai SIRA ini sempat membuat Wakil Gubernur NAD Muhammad Nazar jengkel dengan mengatakan, salah satu partai lokal di Aceh merupakan pengacau keamanan yang tak mau perdamaian di Aceh berlangsung langgeng. "Itu kan sebenarnya menandakan intimidasi dan ancaman masih marak menjelang hari pemungutan suara," katanya.
Baik Maulidi maupun Mukhtar berharap, masyarakat maupun peserta pemilu untuk tidak takut melaporkan ancaman dan intimidasi ke Panwas. "Sebab kami juga kesulitan jika harus menindaklanjuti kasus-kasus intimidasi dan ancaman tanpa ada terlapor maupun pelapornya," ujar Mukhtar.
Terkait ancaman terhadap masyarakat pemilih, Maulidi mengatakan, Panwas selama ini masih kesulitan karena panitia pengawas lapangan (PPL) baru terbentuk belum lama ini. "Kami berharap dengan terbentuknya semua PPL ini, akan meminimalisir ancaman dan intimidasi terhadap pemilih terutama di desa-desa," katanya.
3.02.2009
TELKOM Sabet 6 Penghargaan di Ajang INDONESIAN CSR AWARD 2008
Bertempat di Ballroom Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta pada tanggal 23 Februari 2009, diselenggarakan acara penganugerahan INDONESIAN CSR AWARD 2008. Tidak tanggung-tanggung, TELKOM menyabet 6 penghargaan yaitu :
a.Terbaik I bidang Sosial melalui Program CSR Education for Tomorrow Divre I Sumatra. Terbaik II PT Unilever Tbk dan Terbaik III PT Adaro Tbk.
b.Terbaik I kategori Silver untuk bidang sosial melalui program Education for Tomorrow Divre I Sumatra. Terbaik I Bidang Sosial-Ekonomi-Lingkungan melalui Program Education for Tomorrow Divre I Sumatra.
c.Terbaik I Community Development Officer (CDO) atau perorangan Sdr. Andang Ashari/Telkom Divre I Sumatra.
d.Terbaik I kombinasi bidang sosial-ekonomi-lingkungan untuk Education for Tomorrow Divre I Sumatra, disusul Terbaik II PT Telkom Divre V melalui program e-Province dan Terbaik III PT Kaltim Prima Coal Tbk.
e.Terbaik I kategori Platinum kombinasi Sosial-Ekonomi-Lingkungan yang merupakan penghargaan tertinggi di ajang INDONESIAN CSR AWARD 2008 ini diperoleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Penganugerahan ini dilakukan oleh Menteri Sosial RI, Bachtiar Chamsyah dan diterima oleh Direktur HCGA Faisyal Syam.
Menurut Thendri Supriatno, selaku Ketua CFCD (Corporate Forum for Community development), TELKOM memiliki nilai yang baik di bidang CSR. Hal ini dapat dilihat pada outline document, on desk assesment di Universitas Indonesi di depan Komite Ahli maupun saat site visit di lapangan yang dilakukan di Desa Sampali Percutseituan Deli Serdang Sumatra Utara, Speedy Learning Center, teleconference & netmeeting education for tomorrow di seluruh Sumatra dan presentasi Management TELKOM. Hal ini patut ditiru oleh perusahaan-perusahaan lain di Indonesia.
Lebih lanjut Thendri menjelaskan bahwa kenapa perusahaan perlu menjalankan CSR, hal ini tidak lain adalah untuk memberikan kemanfaatan perusahaan bagi masyarakat sehingga reputasi perusahaan di mata masyarakat tetap tinggi dan ujungnya adalah produk-produk dan layanan perusahaan bisa diterima oleh masyarakat. Ditegaskan juga, bahwa Corporate Forum for Community Development (CFCD) adalah suatu forum dari berbagai perusahaan untuk mendiskusikanb hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan CSR dengan tujuan untuk mengembangkan CSR di Indonesia. Anggota CFCD saat ini sudah sekitar 200 perusahaan di seluruh Indonesia.
Kemudian, penjelasan dari Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.S selaku Ketua Komite Ahli INDONESIAN CSR AWARDS 2008, memperkenalkan tim Komite Ahli yaitu Ir.Suharman Noerman (Sekretaris), Dr.Ir,Ady Rizalsyah, M.A (Universitas Trisakti, Dr.Ir. Asnath M. Fuah (IPB), Dr. Djainal Abidin Simanjuntak (Univ. Indonesia), Drs.Eriw Sudewo, M.DM (Dompet Dhuafa Republika),Ir. Jalal, M.S, Dra.Nurasih Suwahyono. Drs. Rasio Ridho Sani, M.Com, M.PM, Drs. Sonny Sunjaya Sukada, MSc, Ir.Triasih Djutaharta, M.E.
Ketua Komite Ahli juga menjelaskan bahwa dari penilaian akhir tinggal 38 perusahaan yang dinilai dari 200 anggota CFCD, dan Award dibagi dalam 3 Award yaitu Silver Awards untuk terbaik 1 kategori saja, Gold untuk terbaik kombinasi 2 bidang, dan Platinum merupakan Award tertinggi dengan kombinasi 3 bidang. Bidang yang dinilai meliputi bidang sosial, ekonomi dan lingkungan.
Feedback oleh Komite Ahli kepada para CEO perusahaan di Indonesia antara lain :
a.Masih ditemukannya rendahnya komitmen CEO untuk CSR.
b.Masih ditemukan CSR belum melibatkan pemerintah daerah ataupun independen.
c.Belum ada data kuantitatif hasil yang diukur secara sistematis.
d.Masih ditemukannya perusahaan yang kegiatan CSR-nya belum sustainable dan lain-lainnya.
Menteri Sosial RI juga menyampaaikan dalam sambutannya bahwa CSR merupakan salah satu cara yang baik untuk dilakukan guna memenuhi salah satu tujuan negara yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Selain itu, Menteri Sosial RI juga melakukan Pencanangan Gerakan Nasional CSR.
Setelah penganugerahan CSR Awards 2008, dilanjutkan acara CEO Bicara CSR dari 16 perusahaan yang mendapatkan penghargaan dalam ajang CSR Award ini antara lain PT Teelekomunikasi Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Adaro Indonesia Tbk, PT Bakri Sumatra Plantation Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT Berau Coal Tbk, PT Kaltim Prima Coal Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, PT HM Sampoerna Tbk, PT Kondur Petroleum Tbk dan lain-lainnya.
Direktur HCGA TELKOM mewakili CEO TELKOM menjelaskan tentang konsep CSR TELKOM sebagai bagian dari strategik inisiatip, sehingga kegiatan CSR tidak hanya untuk kegiatan yang bersifat charity, tetapi merupakan bagian dari strategi TELKOM untuk memenangkan persaingan dan reputasi di masyarakat.
Hadir juga pembicara dari Wakil Ketua DPD RI Irman Gusman dengan topik ”CSR dan Politik Lokal, Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak dengan topik ”Regulasi CSR di Daerah”, Gubernur Sulteng dengan topik ”Kerjasama Daerah dan CSR”, Prof. Dr.Laode M. Kamaluddin dengan topik ”Perdagangan Carbon dan CSR”.
(Dikutip : Andang Ashari & Nudyasari-Divcom)
a.Terbaik I bidang Sosial melalui Program CSR Education for Tomorrow Divre I Sumatra. Terbaik II PT Unilever Tbk dan Terbaik III PT Adaro Tbk.
b.Terbaik I kategori Silver untuk bidang sosial melalui program Education for Tomorrow Divre I Sumatra. Terbaik I Bidang Sosial-Ekonomi-Lingkungan melalui Program Education for Tomorrow Divre I Sumatra.
c.Terbaik I Community Development Officer (CDO) atau perorangan Sdr. Andang Ashari/Telkom Divre I Sumatra.
d.Terbaik I kombinasi bidang sosial-ekonomi-lingkungan untuk Education for Tomorrow Divre I Sumatra, disusul Terbaik II PT Telkom Divre V melalui program e-Province dan Terbaik III PT Kaltim Prima Coal Tbk.
e.Terbaik I kategori Platinum kombinasi Sosial-Ekonomi-Lingkungan yang merupakan penghargaan tertinggi di ajang INDONESIAN CSR AWARD 2008 ini diperoleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Penganugerahan ini dilakukan oleh Menteri Sosial RI, Bachtiar Chamsyah dan diterima oleh Direktur HCGA Faisyal Syam.
Menurut Thendri Supriatno, selaku Ketua CFCD (Corporate Forum for Community development), TELKOM memiliki nilai yang baik di bidang CSR. Hal ini dapat dilihat pada outline document, on desk assesment di Universitas Indonesi di depan Komite Ahli maupun saat site visit di lapangan yang dilakukan di Desa Sampali Percutseituan Deli Serdang Sumatra Utara, Speedy Learning Center, teleconference & netmeeting education for tomorrow di seluruh Sumatra dan presentasi Management TELKOM. Hal ini patut ditiru oleh perusahaan-perusahaan lain di Indonesia.
Lebih lanjut Thendri menjelaskan bahwa kenapa perusahaan perlu menjalankan CSR, hal ini tidak lain adalah untuk memberikan kemanfaatan perusahaan bagi masyarakat sehingga reputasi perusahaan di mata masyarakat tetap tinggi dan ujungnya adalah produk-produk dan layanan perusahaan bisa diterima oleh masyarakat. Ditegaskan juga, bahwa Corporate Forum for Community Development (CFCD) adalah suatu forum dari berbagai perusahaan untuk mendiskusikanb hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan CSR dengan tujuan untuk mengembangkan CSR di Indonesia. Anggota CFCD saat ini sudah sekitar 200 perusahaan di seluruh Indonesia.
Kemudian, penjelasan dari Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.S selaku Ketua Komite Ahli INDONESIAN CSR AWARDS 2008, memperkenalkan tim Komite Ahli yaitu Ir.Suharman Noerman (Sekretaris), Dr.Ir,Ady Rizalsyah, M.A (Universitas Trisakti, Dr.Ir. Asnath M. Fuah (IPB), Dr. Djainal Abidin Simanjuntak (Univ. Indonesia), Drs.Eriw Sudewo, M.DM (Dompet Dhuafa Republika),Ir. Jalal, M.S, Dra.Nurasih Suwahyono. Drs. Rasio Ridho Sani, M.Com, M.PM, Drs. Sonny Sunjaya Sukada, MSc, Ir.Triasih Djutaharta, M.E.
Ketua Komite Ahli juga menjelaskan bahwa dari penilaian akhir tinggal 38 perusahaan yang dinilai dari 200 anggota CFCD, dan Award dibagi dalam 3 Award yaitu Silver Awards untuk terbaik 1 kategori saja, Gold untuk terbaik kombinasi 2 bidang, dan Platinum merupakan Award tertinggi dengan kombinasi 3 bidang. Bidang yang dinilai meliputi bidang sosial, ekonomi dan lingkungan.
Feedback oleh Komite Ahli kepada para CEO perusahaan di Indonesia antara lain :
a.Masih ditemukannya rendahnya komitmen CEO untuk CSR.
b.Masih ditemukan CSR belum melibatkan pemerintah daerah ataupun independen.
c.Belum ada data kuantitatif hasil yang diukur secara sistematis.
d.Masih ditemukannya perusahaan yang kegiatan CSR-nya belum sustainable dan lain-lainnya.
Menteri Sosial RI juga menyampaaikan dalam sambutannya bahwa CSR merupakan salah satu cara yang baik untuk dilakukan guna memenuhi salah satu tujuan negara yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Selain itu, Menteri Sosial RI juga melakukan Pencanangan Gerakan Nasional CSR.
Setelah penganugerahan CSR Awards 2008, dilanjutkan acara CEO Bicara CSR dari 16 perusahaan yang mendapatkan penghargaan dalam ajang CSR Award ini antara lain PT Teelekomunikasi Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Adaro Indonesia Tbk, PT Bakri Sumatra Plantation Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT Berau Coal Tbk, PT Kaltim Prima Coal Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, PT HM Sampoerna Tbk, PT Kondur Petroleum Tbk dan lain-lainnya.
Direktur HCGA TELKOM mewakili CEO TELKOM menjelaskan tentang konsep CSR TELKOM sebagai bagian dari strategik inisiatip, sehingga kegiatan CSR tidak hanya untuk kegiatan yang bersifat charity, tetapi merupakan bagian dari strategi TELKOM untuk memenangkan persaingan dan reputasi di masyarakat.
Hadir juga pembicara dari Wakil Ketua DPD RI Irman Gusman dengan topik ”CSR dan Politik Lokal, Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak dengan topik ”Regulasi CSR di Daerah”, Gubernur Sulteng dengan topik ”Kerjasama Daerah dan CSR”, Prof. Dr.Laode M. Kamaluddin dengan topik ”Perdagangan Carbon dan CSR”.
(Dikutip : Andang Ashari & Nudyasari-Divcom)
1.24.2009
Kompas : Telkom Sumatra Uji Wimax 3,3 GHz
MEDAN, KAMIS - Telkom Sumatra menguji coba teknologi WiMAX (Worldwide Interoperability For Microwave Access), layanan akses internet broadband nirkabel yang juga dikenal dengan istilah wireless broadband atau BWA (Broadband Wireless Access).
"Trial WiMAX ini, meliputi broadband internet access, VoIP (Voice Over Internet Protocol), Video Streaming/IPTV, dilakukan Telkom untuk menyiapkan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melakukan akses Internet secara mobile," kata Executive General Manager Telkom Sumatra, Muhammad Awaluddin, di Medan, Rabu (21/1).
Untuk tahap awal, kata dia, ujicoba WiMAX itu difokuskan untuk mendukung kegiatan yang bersifat corporate social responsibility (CSR), khususnya untuk meningkatkan pemahaman akses internet WiMAX kepada masyarakat sejalan dengan Program Sumatra Pulau Digital dan Education For Tomorrow.
Selain memberikan manfaat kepada masyarakat, tahapan uji coba WiMAX itu bertujuan untuk mengetahui karakteristik teknologi WiMAX 3.3 GHz dalam mendukung layanan internet, voice, dan video dan termasuk mengkaji aspek migrasi jaringan BWA Divisi Regiobal I Telkom dalam memberikan layanan data dan voice) dan sekaligus meningkatkan kompetensi SDM Telkom khususnya dibidang jaringan WiMAX.
Dia menjelaskan, WiMAX merupakan teknologi akses yang mampu memberikan layanan internet broadband (8 Mbps) ke pelanggan meski dalam kondisi non line on sight (tidak saling melihat antara base station dan subcriber station karena terhalang gedung dan lain-lain. Adapun jangkauan WiMAX secara efektif sampai 22 kilometer jarak udara.
Diakui, ujicoba WiMAX yang dilakukan Telkom lebih cepat dari operator lainnya. "One Step Ahead (mendahului) itu dilakukan agar ketika layanan WiMAX dikomersialisasikan, SDM Telkom bisa lebih memberikan layanan maksimal kepada masyarakat," kata Awaluddin.
Beberapa wilayah yang akan dilakukan trial WiMAX adalah Kandatel Medan, Kandatel Sumatra Utara, Kandatel Sumatra Bagian Selatan, Kandatel Riau Kepulauan dan Kandatel Riau Daratan.
Secara bersamaan dimulainya ujicoba WiMAX itu, Telkom Sumatra juga menghadirkan layanan akses internet melalui Telkomnet Mobile & Satelit Up Link. Didampingi Deputy Executive General Manager Telkom Divre I Sumatra, Ign Bambang Budisuranto dan Gunadi Dwi Hantoro dari Bidang Reseach dan Development of Infrastructure, Bandung. Awaluddin menjelaskan, Telkomnet Mobile & Satelite Up Link adalah mobil yang memiliki kelengkapan broadband access, yang dapat dioperasikan dimanapun dan kapanpun termasuk di daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan fisik Telkom.
Telkomnet Mobile selain bisa digunakan di daerah yang sudah terjangkau Speedy, juga bisa digunakan di daerah blankspot, yaitu dengan menggunakan teknologi Satelit. Menurut dia, dihadirkannya layanan Telkomnet Mobile itu antara lain mengingat pulau Sumatra yang memiliki geografis yang luas sehingga banyak daerah yang belum/tidak terjangkau fasilitas internet dari operator manapun.
Pengalaman terjadinya "break system" (tidak berfungsinya fasilitas telekomunikasi) ketika terjadi kasus gempa/tsunami di Aceh dan gempa di Sumatera Barat, Bengkulu dan Nias yang memerlukan perangkat back up perangkat yang bersifat mobile, membuat Telkom antusias mengadakan Telkomnet Mobile itu.(ANT)
WAH
"Trial WiMAX ini, meliputi broadband internet access, VoIP (Voice Over Internet Protocol), Video Streaming/IPTV, dilakukan Telkom untuk menyiapkan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melakukan akses Internet secara mobile," kata Executive General Manager Telkom Sumatra, Muhammad Awaluddin, di Medan, Rabu (21/1).
Untuk tahap awal, kata dia, ujicoba WiMAX itu difokuskan untuk mendukung kegiatan yang bersifat corporate social responsibility (CSR), khususnya untuk meningkatkan pemahaman akses internet WiMAX kepada masyarakat sejalan dengan Program Sumatra Pulau Digital dan Education For Tomorrow.
Selain memberikan manfaat kepada masyarakat, tahapan uji coba WiMAX itu bertujuan untuk mengetahui karakteristik teknologi WiMAX 3.3 GHz dalam mendukung layanan internet, voice, dan video dan termasuk mengkaji aspek migrasi jaringan BWA Divisi Regiobal I Telkom dalam memberikan layanan data dan voice) dan sekaligus meningkatkan kompetensi SDM Telkom khususnya dibidang jaringan WiMAX.
Dia menjelaskan, WiMAX merupakan teknologi akses yang mampu memberikan layanan internet broadband (8 Mbps) ke pelanggan meski dalam kondisi non line on sight (tidak saling melihat antara base station dan subcriber station karena terhalang gedung dan lain-lain. Adapun jangkauan WiMAX secara efektif sampai 22 kilometer jarak udara.
Diakui, ujicoba WiMAX yang dilakukan Telkom lebih cepat dari operator lainnya. "One Step Ahead (mendahului) itu dilakukan agar ketika layanan WiMAX dikomersialisasikan, SDM Telkom bisa lebih memberikan layanan maksimal kepada masyarakat," kata Awaluddin.
Beberapa wilayah yang akan dilakukan trial WiMAX adalah Kandatel Medan, Kandatel Sumatra Utara, Kandatel Sumatra Bagian Selatan, Kandatel Riau Kepulauan dan Kandatel Riau Daratan.
Secara bersamaan dimulainya ujicoba WiMAX itu, Telkom Sumatra juga menghadirkan layanan akses internet melalui Telkomnet Mobile & Satelit Up Link. Didampingi Deputy Executive General Manager Telkom Divre I Sumatra, Ign Bambang Budisuranto dan Gunadi Dwi Hantoro dari Bidang Reseach dan Development of Infrastructure, Bandung. Awaluddin menjelaskan, Telkomnet Mobile & Satelite Up Link adalah mobil yang memiliki kelengkapan broadband access, yang dapat dioperasikan dimanapun dan kapanpun termasuk di daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan fisik Telkom.
Telkomnet Mobile selain bisa digunakan di daerah yang sudah terjangkau Speedy, juga bisa digunakan di daerah blankspot, yaitu dengan menggunakan teknologi Satelit. Menurut dia, dihadirkannya layanan Telkomnet Mobile itu antara lain mengingat pulau Sumatra yang memiliki geografis yang luas sehingga banyak daerah yang belum/tidak terjangkau fasilitas internet dari operator manapun.
Pengalaman terjadinya "break system" (tidak berfungsinya fasilitas telekomunikasi) ketika terjadi kasus gempa/tsunami di Aceh dan gempa di Sumatera Barat, Bengkulu dan Nias yang memerlukan perangkat back up perangkat yang bersifat mobile, membuat Telkom antusias mengadakan Telkomnet Mobile itu.(ANT)
12.15.2008
Daftar HotSpot (Gratis) di Banda Aceh (Updated - 15 Desember 2008)
- Seputaran: Swalayan Ummi Aghniya, Kantor Golkar, Gedung Telkom, Kantor partai Aceh, Nabila Hospital.
- Seputaran: Burger Center, DPRA, Bank BPD Aceh,Telkom, Pertamina, Bulog
- Seputaran: Burger Center, Wisma Sabang, Akper, Kejaksaan, KFC, Tenda Cane
- Lokasi PerpustakaanMasjid Raya Baiturrahman (indoor)
- Lokasi Gedung utama Taman Sari
- Kawasan kantin Teknik Sipil Unsyiah
- Seputaran : Gedung Jurusan Teknik Sipil Unsyiah
- Kawasan kantin dan taman Universitas Serambi Mekah
- Seputaran: Kriuk Café, Texas Fried Chicken dan kawasan seberang jalan utama
- Ruang keberangkatan Bandara Sultan Iskandar Muda
- Restaurant Imperial Kitchen (indoor dan outdoor)
- Seputaran: warnet Iconet, depan Laboratorium Peternakan Unsyiah, warkop
- Seputaran: Romen's Café
Langganan:
Entri (Atom)